Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label natal. Tampilkan semua postingan

25 Desember 2010

Kebodohan di Malam Natal 2010

25 Desember 2010

Gue melakukan hal paling bodoh sedunia.

Gue pingin ngata-ngatain diri gue stupid. Tapi nggak bisa, karna gue cewe pintar. Jyahaha XD

Jadi, malam Natal 2010 ini gue ngelabil bareng temen-temen sepulang dari Misa Malam Natal di Wisma SY. Dari perjalanan pulang itu gue memutuskan untuk membeli pulsa modem gue yang udah habis. Yey, gue membayangkan malam nanti akan menajdi malam tanpa pagi karna gue akan chatting sepuasnya. Maklum, gue adalah budak chatting, dan hobi gue adalah ngobrol. Wkwkw

So, gue beli pulsa Telkom-shit senilai 50 ribu rupiah. Bagi seorang mahasiswa 50 ribu itu adalah uang yang banyak. Terlebih mengingat sekarang adalah akhir bulan di mana uang gue sendiri agak cekak. Gue memandang lirih duit gue yang tinggal 18ribu perak dan hidup gue masi akan berlanjut sampai tanggal 30 Desember 2010. Matilah gue. Demi apapun, gue sangat pingin chatting daripada makan. Hahaha XD

Sesampainya di kosan, tanpa pikir panjang, gue langsung masukin kode voucher tadi, dan gue mulai browsing tralala-trilili sampai sekitar pukul 11 malam. Entah kenapa, semakin lama semakin lemot. Mau buka detik.com apalagi facebook.com aja nggak bisa. Aneh, gue pikir. Karna udah malam juga, gue memutuskan untuk tidur, dengan harapan besok pagi akan ngenet lagi, dan menghabiskan waktu seharian nyampah di kosan.

Pagi harinya, gue bangun dengan agak bego. Gue melihat jam udah pukul 9. Nice. Gue adalah kebo di hari Natal. HP gue penuh dengan yang namanya sms ucapan selamat Natal dari temen-temen dan sodara. Gue memangdang lirih, ga ada satupun sms dari ‘doi’ yang gue tunggu-tunggu. Ke mana sih dia?

Dengan harapan bertemu dengannya di dunia maya, gue langsung cabs online. Yeah.

Tringg… gue buka facebook.com lamaaaa banget. Sampe gue gregetan sendiri. Karna gue penasaran dengan apa yang terjadi, maka gue membuka modem gue, dan memasukkan sim card Telkom-shit itu ke HP gue. Gue akan mengecek pulsanya. And… eng-ing-eng… pulsa gue tinggal 495 rupiah. 495 perak.

Oh GOD. KENAPAAAAAA? KENAAAAPAAA GUE BISA SEBODOH INI?

Gue lupa nyeting (men-setting) pulsa gue menjadi pulsa inet unlimited. Gue lupa kirim ke 3636 buat ngaktifin inet unlimited gue… Hiks..

Maka, yang terjadi berikutnya, yang harus kau tahu adalah, gue menyalahkan diri gue sendiri akan kebodohan di hari Natal yang gue lakukan.

Karena hampir putus asa, dan tidak sanggup menerima kenyataan bahwa gue adalah cewek bodoh, gue tidur siang seharian dan baru bangun pukul 3 sore. Nice. Gue memandang sebal modem gue yang sangat tidak bersahabat, dan berusaha mengadapi sisa hari dengan semangat yang sudah habis.

Kemudian gue merasa bersalah. Tuhan Yesus aja lahir di dunia, gue nggak bisa ngasih kado apa-apa. Tapi, gue malah ngeluh duit gue habis dan bokek. Aduh, gue merasa diri gue ini semakin tidak berguna. Gue berjanji ini adalah kebodohan terakhir yang gue lakukan di penghujung tahun 2010. Semoga tahun depan dan tahun tahun selanjutnya gue bisa lebih pintar lagi. Huhuhuhu.. Dear Santa, please give me 50k T____________________T I need money, money, money…

Thanks for reading peeps! Sebutan untuk diri saya yang bodoh ini selalu saya tunggu.

28 Desember 2009

Kejutan di Malam Natal (Part 2)

Jadi, sepulang misa natal 2009 itu, aku masih mencoba untuk menahan

diri. Malam itu gue nyoba buat introspeksi diri, apa yang salah dari

diri gue selama ini...

Beberapa bulan yang lalu, kacamata gue ilang (padahal itu pemberian

kakak), beberapa pekan sesudahnya hp gue kehujanan dan rusak, lalu

sekarang... softlense sebelah kanan gue malah dibuang ke wastafel sama

ponakan...

Gue inget juga beberapa bulan terakhir ini di kampus gue dihadapkan

dengan situasi yang sulit. Pokoknya ada ajalah hal-hal yang bikin gue

bete, dari mulai hal kecil yang membesar, dari mulai akademis sampai

ujung-ujungnya masalah perasaan...

gue nangis. Tapi bukan tangisan atas kehilangan barang-barang gue itu.

Gue menangis atas semua kecerobohan gue, atas semua keteledoran gue,

atas semua kebodohan gue, dan betapa gue ini bukan orang yang sabar...

dari perkara-perkara kecil yang Tuhan kasih ke kita, itu bukan tanpa

alasan. Sekalipun tidak pernah ada niat Tuhan akan memberikan kita

cobaan, bahkan penderitaan sekalipun! Perkara-perkara kecil itu

hanyalah sebuah ujian untuk menghadapi perkara-perkara besar di

kemudian hari. Maka dari itu, diciptakanlah orang-orang di sekeliling

kita yang nantinya menjadikan kita lebih dewasa.
Secara khusus gue mau berterimakasih untuk ponakan gue tercinta yang

udah buang softlense itu ke wastafel, betapa dari mulai sekarang ini

dan masa yang akan datang gue bisa jadi orang yang lebih berhati-hati,

tidak menyepelekan masalah kecil, dan menjadi orang yang lebih sabar...

Gue tahu, ke depan hidup tak akan menjadi lebih mudah...
setidaknya aku sudah dipersiapkan untuk itu...



Kudus, 24 Desember 2009
Kejutan besar di malam Natal...

27 Desember 2009

Kejutan di Malam Natal

Gilak ya... perjalanan ke rumah ternyata gak sesingkat yang kubayangkan...
Lama bener dah!

Ceritanya, gue balik jam setengah empat pagi dari Bekasi pakai mobil. Selain gue ada kakak

gue sama suaminya dan kedua keponakan gue yang 'lucu' dan 'tidak nakal' bernama Aulia dan

Rhui. Perjalananpun dimulai...

Baru mau masuk tol perasaan gue udah mulai gak enak, dan benar... jam tangan gue tersayang

yang belinya di Detos harga 15ribu perak itu ketinggalan... Huhuhu, apalah arti seorang

Fransiska Wuri Nugrahani yang pergi ke mana-mana tanpa jam tangan??

Saat itu gue mencoba mengibur diri. Selama perjalanan itu gue bener-bener ga bisa tidur,

ponakan gue ngoceh mulu, kadang sangat menghibur tapi kadang jadi bikin BT karena mereka

berdua berantem rebutan mainan, dan yang jadi korbannya pasti gue. Bayangin dah, di dalam

mobil sedan itu mereka bisa-bisanya main bola, main perang-perangan (yang bener-bener nusuk

gue),dan jambak rambut gue, haduh plis. Oya, gue juga terpaksi nggak bisa online apalagi

update status karena HP Motorola L6 gue masih mati karena kehujanan tempo lalu (ada

ceritanya juga di blog), ya udah deh... gue masih mencoba buat bersabar.

Finally, setelah perjalanan selama 10 jam itu gue akhirnya sampai di kota kelahiran dengan

selamat tak kurang suatu apa. Gue dipeluk orangtua, sodara-sodara, oh my man... rasanya kalo

dipeluk benar-benar enak!! Hangat!!! Bahagia!!

Selama 5 menit pertama masuk ke dalam rumah gue terpaku sama satu ruangan yang tak lain

adalah kamar gue. Masih tetap sama, tidak ada yang berubah, lebih rapi (hahaha), dan yang

bikin terharu lagi adalah ketika gue lihat jadwal UAN SMA, kertas hasil TRY OUT UAN, Kartu

peserta UM UGM (yang pada akhirnya batal dipakai), dan kalender akademis yang kubuat sendiri

dengan cara kusilang setiap harinya saat UAN dan UM UGM semakin mendekat...

dalam hati gue bersyukur banget sama Tuhan Yesus buat banyak hal:
1. UAS gue selesai, dan akhirnya gue bisa berlibur.
2. Malam natal ini gue bisa sampai di rumah.
3. Gue dipeluk banyak orang yang bener-bener sayang sama gue, dan secara jujur mereka bilang

bahwa mereka merindukanku, dan SECARA JUJUR mereka yang bilang sendiri kalo aku tambah

cantik, waaaa... hahaha serasa melayang!


Saking terharunya itu gue nggak sadar kalo ini sudah pukul 7 malam yang artinya gue harus

cepet mandi karena misa malam natal di gereja St. Yohanes Evangelista itu mulai pada pukul

8. Setelah itu, gue bersiap-siap mau merias diri, kuambillah SOFTLENSE berwarna ungu yang

biasanya kupakai, dan kamu tahu apa yang terjadi???



SOFTLENSE UNTUK MATA SEBELAH KANANKU HILANG.

OH NOOOOO!!!


Gue mencurigai oknum-oknum yang bersalah ini, gue langsung tanya sama keponakan gue yang

'bandel' itu, dan jujur Aulia berkata dengan sangat polosnya...

"Iya, kan aku pingin tahu apa isinya, trus aku buka. Trus trus trus aku giniin (seraya

memperagakan gerakan tangan menuang isi dari tempat softlense itu) di wastafel..."


OH NOO...

Jadi, malam natal itu berlangsung tanpa softlense ungu gue, dan sepanjang misa malam natal

gue seakan mati rasa... softlense 150 ribu itu telah hilang...

At Last... I'm Free!!

Yihaaa... sepulang dari UAS terakhir hari itu, 23 Desember 2009 gue akhirnya bisa merasa

bebas untuk pertama kalinya.
Setelah berpenat-penat dengan buku-buku, essay yang tak kunjung selesai ditulis, dan mengarang indah dalam MPKT,

SEBENTAR LAGI GUE AKAN PULAAAANGG...

Tahu sendiri kan, bagaimana rasanya nggak pulang dalam 1 semester tahun ajaran, dan pada

akhirnya besok tanggal 24 Desember 2009 gue akan melakukan perjalanan panjang dari Bekasi ke

Kudus dengan mobil. Gue gak sabar pingin berangkat...

Nah, pada akhirnya setelah packing yang lumayan simple, (nggak bawa apa-apa) hari yang panas

itu di Depok dengan sangat berat gue meluk temen asrama yang terakhir kalinya (haha lebai

banget). Tak ketinggalan temanku yang ceroboh tapi smart bernama Dikara Kirana. Hari itu

Dika akan pulang juga ke Bandar Lampung, namun sepertinya rencana awal kami yang hendak

berangkat bersama sepertinya tertunda karena as usually dia masih belum berkemas dan ia

masih mencari barang-barangnya yang hilang. Hahaha...

Jadi, hari itu aku pulang bersama temanku yang baik hati bernama Hardika, yang juga akan

pulang ke Bekasi. Sumpah ya, perasaan awal yang tadinya HEPI banget jadi tiba-tiba berubah

jadi MELOW gara-gara gue ninggalin asrama, ninggalin UI, ninggalin kamar di E2, dan ada

sesuatu yang bikin tenggorokan gue tercekat.

Huh, apa ini yang dinamakan perasaan nyaman?

di detik-detik terakhir gue noleh ke semua tempat yang berkesan itu, berharap ketika gue

balik lagi ke tempat ini, segalanya tidak akan pernah berubah...


... and finally the adventure experience is begin...

16 Desember 2009

Natal : Hadiah Dari Lubuk Hati



“Dari rumah ke rumah, dari hati ke hati, dari satu tempat ke tempat lain… Kehangatan dan kegembiraan Natal membawa kita lebih dekat satu sama lain.”

Ahhh… Natal! Semerbak aroma pohon pinus segar, kue kismis panggang, secangkir cokelat panas, kalkun panggang dan sup kacang polong terasa begitu nikmat. Membuat boneka salju, perang bola salju, main seluncur es membuat segalanya semakin menarik. hiasan pohon Natal berkela-kelip, mistletoe, juga saat-saat terakhir belanja, Sinterklas dengan HO-HO-HO-nya berlalu lalang membawa lonceng di Mal dengan diiringi merdunya lagu-lagu Natal. Gemerlap cahaya lilin suci saat misa Malam Natal (biasa disebut Eve Day) yang indah dan ketika hari mulai malam, selalu mencoba untuk tetap terjaga dengan harapan dapat mendengar derap kaki rusa-rusa di atas atap. Hadiah-hadiah Natal yang istimewa yang selalu dicoba intip dan dikocok untuk mengetahui isinya menjadi bagian yang spesial. Kaus kaki Natal yang dipenuhi permen, mainan, buku (seperti biasanya!) dari Nenek… semua itu adalah bagian dari saat-saat istimewa yang disebut Natal.

dan sekarang di tengah kegelisahan dan ketidaksabaranuntuk pulang ke kampung halaman, menjadikanku lebih produktif dengan kadang kala waktu senggangku kugunakan untuk menggambar segala hal tentang Natal. Sekarang tanpa malu-malu aku akan mengupload gambar itu di blogku ini. Agak kekanak-kanakan sih, tapi ya inilah aku yang sedang benar-benar ingin segera menikmati waktu Natal...


Baru-baru ini aku sering memperdengarkan telingaku lagu-lagu Natal versi Barta. Entah mengapa aneh rasanya jauh dari rumah saat masa Adven dan baru kali ini aku tidak melewatkan masa-masa penantian itu bersama kedua orangtuaku. Untuk itu, mendengar alunan musik Natal membuatku sering trenyuh, dan betapa homesicknya aku dengan rumah...

Masa-masa penantian ini kuhabiskan dengan membaca buku-buku ajar bahan untuk UAS besok pagi. Di atas komputerku yang kecil ini ada Rudolph-sebuah boneka berbentuk rusa kecil berhidung merah yang mempunyai tanduk berwarna coklat dan syal berwarna merah yang terlihat sangat-sangat NATALLLL!! Rencananya si Rudolph ini akan kuberikan untuk seseorang di hari terakhir sebelum aku pulang untuk Natal nanti. Kutemukan si Rudolph ini di sebuah pameran di Fakultas Ilmu Budaya UI, dan seharusnya si Rudolph ini ada pasangannya, namun aku tidak membeli pasangannya itu karena akupun juga sedang tidak berpasangan dengan siapapun. Haha, parah.


Aku hanya bisa berharap bahwa ia menyukai kado yang kuberikan. M.E.R.R.Y C.H.R.I.S.T.M.A.ST Rudolph!