Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelling. Tampilkan semua postingan

4 April 2010

Turis vs Petugas Portir=Kurcaci vs Planet

Cerita di atas kereta
Hari itu 4 April 2010. Minggu siang yang terik aku pulang ke Depok naik KRL Ekonomi AC dari arah Stasiun Jakarta Kota. Sesampainya di stasiun Manggarai dua orang penumpang baru masuk ke gerbong kereta kami. Keduanya adalah turis asing perempuan yang tingginya hampir menyentuh 180 cm, memakai kain batik Indonesia dan mereka sama-sama membawa dua travel bag yang digendong di punggung mereka. Setelah pintu kereta itu tertutup, keduanya segera menyesuaikan diri dengan kepadatan yang ada di dalam gerbong. Satu di antara yang dua duduk santai di atas travel bagnya itu dan memasang headphone ke telinganya untuk memutar musik. Turis Eropa satunya juga melakukan hal yang demikian namun bedanya ia kini tengah sibuk membaca sebuah buku yang tentu saja berbahasa Inggris (Hehe).
Aku mengamati orang-orang yang di dalam gerbong kesemuanya mengarahkan pandangan kepada kedua orang turis asing ini. Apa sih yang aneh pikirku? Mereka kan juga manusia... Aneh.
Belum cukup para penumpang melihat dua turis ini yang seakan-akan mereka punya belalai di wajah mereka, kini para penumpang menatap mereka erat-erat karena salah satu turis itu berbicara bahasa asing yang kudengar bukan aksen Inggris atau Amerika.
Baru setelah petugas portir itu lewat di gerbong kami untuk mengecek tiket kami pertanyaan itupun terjawab.
Petugas KRL ekonomi AC yang tingginya mungkin hanya mencapai pundak kedua turis ini protes karena kedua turis ini mempunyai tiket yang salah. Tiket mereka adalah Ekonomi seharga 1500 perak, dan mereka berada di kereta yang tidak tepat. Aku mendapati kelucuan dalam percakapan ini.
Bapak petugas portir itu memakai aksen Betawi untuk menjelaskan kepada kedua European Lady ini bahwa tiket mereka salah.
"You two, wrong ticket wrong ticket." kata si petugas karcis.
Kedua wanita ini tentu saja bingung, dan mulai berbahasa lain selain bahasa Inggris.
Mereka bercakap-cakap dengan bahasa kurcaci, sedangkan petugas ini memakai bahasa planet.
Yang menjadi perhatianku adalah walaupun keduanya sama-sama tidak mengerti apa yang dikatakan orang lain, para turis ini kulihat mengangguk-angguk tanda setuju-setuju saja.
Aku bingung. (Garuk-garuk)
Percakapan tiga orang ini telah menjadi percakapan publik. Kini semua orang yang ada di dalam gerbong tahu kalau turis ini salah masuk gerbong kereta. Baru beberapa detik aku ingin berdiri dan nekat mencoba menengahi dengan bahasa Inggrisku yang terbatas, aku keduluan orang lain.
Seorang wanita muda paruh baya kemudian mengambil alih percakapan ini dan mulai berkata keras-keras:
"Sorry miss, can I help you?"

Syukurlah, percakapan ini membuahkan hasil. Wanita muda paruh baya itu menjelaskan bahwa kedua turis ini salah masuk gerbong kereta dan keduanya harus membayar denda. Namun, kulihat kedua turis ini berubah mimik mukanya setelah dimintai hal ini dan kemudian malah memutuskan untuk turun dari gerbong bersama travel bagnya yang berat.

Huah... hari yang aneh. Ada-ada saja hari ini,
yang menjadi pikiranku sekarang ini adalah sudah sepatutnya kita penduduk Indonesia belajar bahasa Inggris sebagai bahasa International. Oh come on, ayooo dong open minded, sampai kapan kita mau begini terus...

Untuk bapak petugas portir tiket, belajarlah di LBI Universitas Indonesia, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Peace heheh

13 Januari 2010

Mengecat Kuku di AMPLAZ

30/12/09
Saat ini aku sedang berada di AMPLAZ (Ambarukmo Plaza), Yogyakarta.
Hari ini temanku yang baik hati, Akis Indriana Rahayu harus kuliah pagi dan terpaksa tidak bisa menemaniku jalan-jalan keliling Yogyakarta untuk terakhir kalinya di masa liburan ini. Jadi, kuputuskan untuk naik Trans-Jogja ke arah Amplaz. Aku sebenarnya tidak tahu harus pergi ke mana, aku hanya mencari tempat yang belum pernah kukunjungi, dan tidak ada salahnya mampir ke Mall kebanggaan anak Jogja ini.
Tak jauh berbeda dengan mall lain yang telah kudatangi di Yogyakarta, Amplaz juga menawarkan hal yang senada. Tempat makan, deretan toko, dan diskon Natal-Tahun Baru yang gila-gilaan. Namun aku tetap tak bergeming.

Namun, aku benar-benar tidak tahan kalau tidak berfoto bersama deretan pohon Natal palsu yang dipajang untuk mempercantik Amplaz ini. Ada pohon Natal yang kecil, dan ada juga yang tingginya hampir menyentuh langit-langit Amplaz yang notabene terdiri dari 4 lantai (kalau tidak salah). Aku mengamatinya dari lantai paling atas dan aku duduk selama satu jam di bangku itu.
Aku tidak sendirian, aku baru saja membeli cat kuku baru berwarna bening di sebuah toko asesoris yang cukup ramai. Jadi, yang kulakukan sekarang adalah mengecat kuku yang tidak beraturan ini di Ambarukmo Plaza sambil mengamati pohon Natal paling besar yang pernah kutemui. Di sana aku hanya bisa berharap, membayangkan, duduk, mendengar, dan terkadang berbicara sendiri (seperti orang gila), bergumam tentang sesuatu.

"Seandainya kamu berada di sini bersamaku,..." kututup kalimat itu, dan tak lama kemudian aku pergi dari sana.

Apa Jadinya Kalau Aku Tiba-tiba Hilang Ingatan di Yogyakarta?

Aku sangat berharap hal itu terjadi. Hehe...
Aku punya alasan untuk itu:
1. Jika aku hilang ingatan, mungkin aku tidak harus pulang ke Depok untuk menyelesaikan ospek jurusanku yang masih tersisa.
2. Jika aku hilang ingatan, aku akan menjadi penduduk asli pribumi Yogyakarta.
3. Aku tidak bisa ke mana-mana karena aku buta arah dan lupa dari mana asalku. Ini akan memperbaik keadaan, di mana aku bisa berkeliling kota ini dan menghabiskan waktu hidupku di sana, tanpa seorangpun mengenaliku.
4. Aku ingin melupakan satu orang yang begitu menyiksa ingatanku.

OKE, ITU SEMUA TIDAK PERNAH TERJADI. NYATANYA AKU MASIH BISA MENULIS BLOG INI, DAN KUKATAKAN AKU TIDAK MENYESAL TIDAK HILANG INGATAN...

Yah, tujuanku pergi ke Yogyakarta ada beberapa latar belakang... aku benar-benar ingin pergi menjauh dari rutinitasku sehari-hari sebagai mahasiswa. Aku ingin pergi ke tempat yang asing, unik, dan mungkin tak banyak orang yang bisa mengenalku dan tidak ada yang bisa mengajakku kembali, dan tentu saja karena dirinya.

Aku dalam posisi yang sulit sekarang, problematika romantika (apaan sih) kehidupanku begitu rumit, dan aku tak tahu harus berbuat apa. Saat ini aku benar-benar merindukannya, ketika dia benar-benar terasa begitu sangat jauh, namun di sisi lain kau harus melupakannya, karena mencintainya membuat hatiku sakit.

Jadi, bagaimana jika aku hilang ingatan di Yogyakarta?
Aku tahu, jauh di sana ia bahkan tidak tahu aku pernah hadir dalam kehidupannnya. Percuma.

27 Desember 2009

At Last... I'm Free!!

Yihaaa... sepulang dari UAS terakhir hari itu, 23 Desember 2009 gue akhirnya bisa merasa

bebas untuk pertama kalinya.
Setelah berpenat-penat dengan buku-buku, essay yang tak kunjung selesai ditulis, dan mengarang indah dalam MPKT,

SEBENTAR LAGI GUE AKAN PULAAAANGG...

Tahu sendiri kan, bagaimana rasanya nggak pulang dalam 1 semester tahun ajaran, dan pada

akhirnya besok tanggal 24 Desember 2009 gue akan melakukan perjalanan panjang dari Bekasi ke

Kudus dengan mobil. Gue gak sabar pingin berangkat...

Nah, pada akhirnya setelah packing yang lumayan simple, (nggak bawa apa-apa) hari yang panas

itu di Depok dengan sangat berat gue meluk temen asrama yang terakhir kalinya (haha lebai

banget). Tak ketinggalan temanku yang ceroboh tapi smart bernama Dikara Kirana. Hari itu

Dika akan pulang juga ke Bandar Lampung, namun sepertinya rencana awal kami yang hendak

berangkat bersama sepertinya tertunda karena as usually dia masih belum berkemas dan ia

masih mencari barang-barangnya yang hilang. Hahaha...

Jadi, hari itu aku pulang bersama temanku yang baik hati bernama Hardika, yang juga akan

pulang ke Bekasi. Sumpah ya, perasaan awal yang tadinya HEPI banget jadi tiba-tiba berubah

jadi MELOW gara-gara gue ninggalin asrama, ninggalin UI, ninggalin kamar di E2, dan ada

sesuatu yang bikin tenggorokan gue tercekat.

Huh, apa ini yang dinamakan perasaan nyaman?

di detik-detik terakhir gue noleh ke semua tempat yang berkesan itu, berharap ketika gue

balik lagi ke tempat ini, segalanya tidak akan pernah berubah...


... and finally the adventure experience is begin...

20 Desember 2009

HAPPILY EVER AFTER IN EDINBURGH

Kota impianku adalah Edinburgh, Skotlandia. Kota ini menurutku seperti kota dongeng, kastil-kastil kuno yang berdiri megah di puast kota membuatku ingin pergi ke sana. Modernitas kota dengan sederetan pertokoan terlihat kontras dengan nuansa klasik kota tua yang dihadirkan kastil Edinburgh. Inilah yang membuat kota ini menjadi sangat menarik dan memesona.
Cara terbaik untuk menikmati ibukota Skotlandia ini kupikir dengan berjalan kaki. Kontur kota yang kubayangkan naik-turun memang seperti 'menyiksa' pengunjungnya untuk bersusah payah, namun siapa pun yang mencapai daratan yang lebih tinggi, maka akan mendapatkan imbalan sepadan berupa pemandangan kota yang menakjubkan.

Aku belum pernah pergi ke luar negeri. Namun, setiap hari ketika aku bangun pagi, nafasku, impianku, lamunanku, seakan-akan tebang ke kota tua Edinburgh itu. Kubayangkan suatu saat nanti (entah kapan itu) aku berada di jantung kotanya. Pertama kali yang kukunjungi ketika aku boleh sampai di Edinburgh adalah The Mound, landmark kota paling terkenal Edinburgh Castle. Kemudian aku berjalan terus sampai ke Royal Mile yang merupakan jalanan panjang berlapis cobble stone, dan menikmati orisinalitas kota tua yang dipenuhi pub Skotlandia, tempat makan, beragam toko souvenir, dan tentu saja sejumlah landmark kota, mulai dari St. Giles Cathedral, the Scottish Parliament hingga Palace of Holyroodhouse. A legendary walk!

THE HISTORICAL PLACES

Edinburgh Castle
inilah landmark kota yang paling terkenal. Edinburgh Castle terletak di salah satu dataran paling tinggi di kota ini. Salah satu sudut lain yang menarik minatku adalah St. Margaret's Chapel yang merupakan bangunan tertua di Edinburgh, yang dibangun Raja David I pada abad ke-12 sebagai penghormatan kepada Ibunya. Uniknya, sampai sekarang chapel ini masihkerap digunakan untuk acara keagamaan sampai pernikahan.

Menulis tentang Edinburgh ini membuatku mulas tiba-tiba. Aku merasa seakan-akan sudah berada di sana. AKu suka tempat-tempat historical macam Edinburgh ini, karena historical keagamaannya sangat kuat. Entahlah, berapa lama lagi aku bisa melancong ke Skotlandia. Yang jelas impianku itu tidak akan pernah putus...

22 November 2009

Ada Aku di Jok Belakang Bus Kuning Itu...





"Cara terbaik menikmati sesuatu adalah ketika kau menyukai masa-masa itu dengan sepenuh hati..."


Kadang ada spot-spot di kampus yang viewnya bagus banget, bisa bikin teduh suasana hati yang lagi kacau. namun, ada juga satu spot yang bisa bikin gue enjoy banget kalo gue bisa di sana hari itu.
spot itu adalah jok paling belakang sebelah kanan bangku bis kuning...

Tiap hari kalo mau berangkat ke kampus, gue biasa nunggu bis di halte asrama. Karna yang nunggu bikun itu banyak, nggak jarang gue musti sikut-sikutan sama anak-anak lain.
Tapi bener deh, rasanya ada kepuasan sendiri kalo bisa duduk di sana. Tempat favorit gue sepanjang masa setelah kamar gue di lorong E2...

Kalo duduk di spot itu, rasanya gue jadi kayak anak UI banget (whahaha lebay), nggak tahu sih, rasanya kalo duduk di situ, gue bisa melihat kampus UI di balik kaca jendela sebelah kanan, dan bisa juga lihat UI di depan (kalo nggak lagi penuh orang), dan dari situlah gue kadang punya ide gila ini-itu yang kadang bikin gue cengengesan beneran di dalam bis kalo lagi in (lama-lama gue malah jadi gila beneran), trus gue kalo duduk di sana bawaannya jadi pengen denger lagu Genderang UI (secara gue naik bikun kaya sesi touring kampus, ahahah payah!).
Jadi, doa gue tiap pagi adalah memnita sama Tuhan agar bisa duduku di jok paling belakang. sumpah deh, lo mesti coba, asik banget!

19 November 2009

Percayalah, Kita Selalu Punya Kesempatan Kedua...

Hari ini aku menyadari benar bahwa di dalam hidup ini masih ada kesempatan kedua. Aku menyadarinya ketika dalam perjalanan pulang ke Bekasi naik kereta api ekspress pukul 16.30 dari stasiun UI. Sejujurnya ini adalah kereta api ekspress perdanaku. Bukan karna ingin menikmati ekspress atau apa, tetapi lebih karena aku dikejar waktu. Di dalam pikiranku hanyalah betapa aku ingin bisa cepat sampai. Jadi kubelilah tiket seharga 9000 rupiah ini.
Tak berapa lama, the polar ekspress itu tiba. Cepat-cepat aku berjalan menuju gerbong, dan kutanya lagi pada seseorang wanita paruh baya-memastikan bahwa ini benar-benar kereta ekspress dari pakuan Bogor- Namun, ia malahan bersikeras bahwa ini kereta ekonomi AC. Dia memperlihatkan tiketnya padaku, dan aku ragu.
Kubalik badan dan berlari-lari kecil ke arah bapak-bapak penjaga stasiun itu. "Iya itu ekspress." katanya. Oke, aku siap naik.
Tetapi, apa yang kemudian terjadi adalah pintu kereta itu tertutup. Oh Tuhan... Aku ketinggalan kereta...

Pernahkah dirimu merasa ada saat-saat yang baik untuk menerima hal-hal baik namun tidak kau sadari sebelumnya, dan malahan kau membiarkannya saja?
Itulah yang kurasakan kemarin, betapa gondoknya ketinggalan kereta karena kebodohan kecil yang membuatku harus menunggu 30 menit kemudian.

30 menit kemudian kereta ekspress terakhir itu datang dan aku bergegas masuk. Syukurlah, i'm inside! Dari waktu itu aku sepakat untuk menulis tentang hal ini, sejujurnya kesempatan kedua pasti akan ada. Namun, kejadian dan waktu tidak akan pernah sama.

Petang itu kuhabiskan di dalam kereta ekspress dengan mengecat kuku dan mendengarkan musik. Lalala~~~ tidak kupikirkan lagi hal-hal yang buruk hari ini. Aku hanya ingin menikmati kesempatan kedua dan tertidur di dalam kereta.

Kereta berhenti perlahan.
Aku masih mendengarkan musik.
Itu adalah hal terbodoh kedua yang kulakukan hari ini.


Ketika kereta itu berhenti, itu adalah stasiun jakarta-Kota tujuanku yang seharusnya. Yang seterusnya terjadi adalah kereta ekspress itu berjalan mundur...... mundur terus sampai ke arah Depok!!



intinya saat ini aku sudah sampai di Bekasi dengan selamat, dan masih agak-agak letih karena harus berlari mengejar ekspress kedua dari arah Depok untuk kembali ke Jakarta Kota.
Dari pengalaman ini yang perlu digaris bawahi adalah:
1. Betapa Tuhan memperhatikan aku.
2. Tuhan selalu memberi kesempatan kedua.
3. Dalam kesempatan kedua tidak akan pernah sama.
4. Saat ingin mencapai tujuan dalam hidup kita harus mengejarnya, bukan berdiam diri.
5. Jangan tertidur di kereta api ekspress atau dia akan membawamu kembali.
6. Mengapa pintu kereta hanya terbuka tak lebih dari setengah menit??

17 November 2009

25 Hal Yang Pasti Kulakukan Saat Aku Bisa Pulang Ke Rumah di Liburan Semester Depan:

1. Tidur di kamarku bersama ibuku tersayang, bercerita sampai larut malam, dan tertidur di sampingnya. I really miss you mom ;'(

2. Makan masakan ibuku yang paling lezat di dunia. Tanpa ku minta pun, beliau pasti tahu apa saja makanan favoritku. Aku menunggu hari itu bersama segelas es jeruk yang segar yang biasa kunikmati di atas atap rumah.

3. Main ke rumah tetangga. Bergosip.

4. Mencuci motor kesayangan, menservisnya ke bengkel, karna aku akan bersiap untuk touring!

5. Secepat mungkin mengontak Arwinda Gusviputri untuk menemaniku jalan-jalan!

6. Secepat mungkin mengumpulkan anak-anak A.S.A (Akis Adien Yunita) karna kami akan berpariwisata ke Jogjakarta!

7. Menonton film-film favoritku sepanjang masa: Just Like Heaven dan Kungfu Panda yang sangat kurindukan, kemudian menonton kira-kira 30 kaset DVD baru yang telah kubeli di Depok. It's time to the movie!!

8. Datang ke Persekutuan Doa Santo Rafael, bertemu anak2 PD yang kurindukan; Thomas, Harris, Andi, Lusi, Nanik, Evan, Ivana, dan kumpul bareng untuk latihan PD. I really miss this memory!!

9. Meminjam dvd kepunyaan Thomas dan Widhie sebanyak mungkin.

10. Melanjutkan les gitar bersama Widhie Wiweko Widjaja yang sempat tertunda.

11. Berkunjung ke rumah mas Ony Kristianus dan Patricia H. Kartika beserta menjenguk sepasang hamsternya yang lucu-lucu.

12. Berkunjung ke Paroki, mengobrol bersama Romo Koko ^^ Like This.

13. Bersama Arwinda dan A.S.A makan siomay-batagor (masehi), Red Crispy, Es Juice Cahaya Nur.

14. Main bulutangkis bersama anak-anak PD di GOR Djarum Kaliputu. Pelampiasan terbesarku yang harus kulakukan.

15. Berfoto box bersama Arwinda dan A.S.A yang sebelumnya belum sempat kami lakukan bersama.

16. Main ke rumah A.S.A satu demi satu, ke rumah Arwinda Gusviputri untuk bermain bersama Nero, dan ke rumah Evan&Ivana yang baru saja punya baby... aih, aku dan Winda jadi tante lagi!!

17. Meminjam komik Miiko milik Arwinda Gusviputri.

18. Makan jagung bakar bersama A.S.A, Arwinda, dan teman-teman Kosmik (Ratih, Erike, Ine, Yudith, Marcelina, Yunita, Maryline)

19. Menyiapkan acara bedah kampus Universitas Indonesia di SMA Negeri 1 Kudus bersama alumni.

20. Melewatkan satu minggu yang kosong, tanpa beban, tanpa pikiran, di rumah saja bersama Bapak dan Ibuku.

21. Melewatkan sebagian waktu berkumpul bersama teman-teman SMA; XII IPS 3, dan Kliwir Community...

22. Berkeliling Kota Kudus saat malam hari bersama arwinda Gusviputri dan bertukar cerita tentang banyak hal.

23. Bermalas-malasan, dan menjadi diriku yang seperti dulu lagi. Melakukan apapun yang aku sukai.

24. Jika masih ada waktu, ingin melewatkan tahun baru di kota Ambarawa, berkeliling Ambarawa, ke Gua Maria kErep Ambarawa, dan berwisata Kuliner.

25. Mempersiapkan liburan yang lebih seru dan berwarna di kota Yogyakarta.

26. Mengisi SIAK-NG dengan program studi Ilmu Komunikasi; Jurnal Cetak!!! Selanjutnya memilih mata kuliah yang asik, dosen pembimbing yang asik dan tidak pelit memberikan nilai.

27. Saat benar-benar waktuku telah habis, aku akan kembali pulang ke Depok. Tapi rasa-rasanya memikirkan hal itu adalah hal terakhir yang akan kulakukan.


Membayangkan semuanya ini, membuatku sedikit terhibur dengan apa yang kualami sekarang. Semoga waktu ini cepat berlalu, sehingga aku bisa cepat pulang.

AKU HANYA INGIN PULANG.



Selalu Ada Kesempatan Kedua

Hari ini aku menyadari benar bahwa di dalam hidup ini masih ada kesempatan kedua. Aku menyadarinya ketika dalam perjalanan pulang ke Bekasi naik kereta api ekspress pukul 16.30 dari stasiun UI. Sejujurnya ini adalah kereta api ekspress perdanaku. Bukan karna ingin menikmati ekspress atau apa, tetapi lebih karena aku dikejar waktu. Di dalam pikiranku hanyalah betapa aku ingin bisa cepat sampai. Jadi kubelilah tiket seharga 9000 rupiah ini.
Tak berapa lama, the polar ekspress itu tiba. Cepat-cepat aku berjalan menuju gerbong, dan kutanya lagi pada seseorang wanita paruh baya-memastikan bahwa ini benar-benar kereta ekspress dari pakuan Bogor- Namun, ia malahan bersikeras bahwa ini kereta ekonomi AC. Dia memperlihatkan tiketnya padaku, dan aku ragu.
Kubalik badan dan berlari-lari kecil ke arah bapak-bapak penjaga stasiun itu. "Iya itu ekspress." katanya. Oke, aku siap naik.
Tetapi, apa yang kemudian terjadi adalah pintu kereta itu tertutup. Oh Tuhan... Aku ketinggalan kereta...

Pernahkah dirimu merasa ada saat-saat yang baik untuk menerima hal-hal baik namun tidak kau sadari sebelumnya, dan malahan kau membiarkannya saja?
Itulah yang kurasakan kemarin, betapa gondoknya ketinggalan kereta karena kebodohan kecil yang membuatku harus menunggu 30 menit kemudian.

30 menit kemudian kereta ekspress terakhir itu datang dan aku bergegas masuk. Syukurlah, i'm inside! Dari waktu itu aku sepakat untuk menulis tentang hal ini, sejujurnya kesempatan kedua pasti akan ada. Namun, kejadian dan waktu tidak akan pernah sama.

Petang itu kuhabiskan di dalam kereta ekspress dengan mengecat kuku dan mendengarkan musik. Lalala~~~ tidak kupikirkan lagi hal-hal yang buruk hari ini. Aku hanya ingin menikmati kesempatan kedua dan tertidur di dalam kereta.

Kereta berhenti perlahan.
Aku masih mendengarkan musik.
Itu adalah hal terbodoh kedua yang kulakukan hari ini.


Ketika kereta itu berhenti, itu adalah stasiun jakarta-Kota tujuanku yang seharusnya. Yang seterusnya terjadi adalah kereta ekspress itu berjalan mundur...... mundur terus sampai ke arah Depok!!



intinya saat ini aku sudah sampai di Bekasi dengan selamat, dan masih agak-agak letih karena harus berlari mengejar ekspress kedua dari arah Depok untuk kembali ke Jakarta Kota.
Dari pengalaman ini yang perlu digaris bawahi adalah:
  • Betapa Tuhan memperhatikan aku.
  • Tuhan selalu memberi kesempatan kedua.
  • Dalam kesempatan kedua tidak akan pernah sama.
  • Saat ingin mencapai tujuan dalam hidup kita harus mengejarnya, bukan berdiam diri.
  • Jangan tertidur di kereta api ekspress atau dia akan membawamu kembali.
  • Mengapa pintu kereta hanya terbuka tak lebih dari setengah menit??