28 Desember 2009

Kejutan di Malam Natal (Part 2)

Jadi, sepulang misa natal 2009 itu, aku masih mencoba untuk menahan

diri. Malam itu gue nyoba buat introspeksi diri, apa yang salah dari

diri gue selama ini...

Beberapa bulan yang lalu, kacamata gue ilang (padahal itu pemberian

kakak), beberapa pekan sesudahnya hp gue kehujanan dan rusak, lalu

sekarang... softlense sebelah kanan gue malah dibuang ke wastafel sama

ponakan...

Gue inget juga beberapa bulan terakhir ini di kampus gue dihadapkan

dengan situasi yang sulit. Pokoknya ada ajalah hal-hal yang bikin gue

bete, dari mulai hal kecil yang membesar, dari mulai akademis sampai

ujung-ujungnya masalah perasaan...

gue nangis. Tapi bukan tangisan atas kehilangan barang-barang gue itu.

Gue menangis atas semua kecerobohan gue, atas semua keteledoran gue,

atas semua kebodohan gue, dan betapa gue ini bukan orang yang sabar...

dari perkara-perkara kecil yang Tuhan kasih ke kita, itu bukan tanpa

alasan. Sekalipun tidak pernah ada niat Tuhan akan memberikan kita

cobaan, bahkan penderitaan sekalipun! Perkara-perkara kecil itu

hanyalah sebuah ujian untuk menghadapi perkara-perkara besar di

kemudian hari. Maka dari itu, diciptakanlah orang-orang di sekeliling

kita yang nantinya menjadikan kita lebih dewasa.
Secara khusus gue mau berterimakasih untuk ponakan gue tercinta yang

udah buang softlense itu ke wastafel, betapa dari mulai sekarang ini

dan masa yang akan datang gue bisa jadi orang yang lebih berhati-hati,

tidak menyepelekan masalah kecil, dan menjadi orang yang lebih sabar...

Gue tahu, ke depan hidup tak akan menjadi lebih mudah...
setidaknya aku sudah dipersiapkan untuk itu...



Kudus, 24 Desember 2009
Kejutan besar di malam Natal...

27 Desember 2009

Kejutan di Malam Natal

Gilak ya... perjalanan ke rumah ternyata gak sesingkat yang kubayangkan...
Lama bener dah!

Ceritanya, gue balik jam setengah empat pagi dari Bekasi pakai mobil. Selain gue ada kakak

gue sama suaminya dan kedua keponakan gue yang 'lucu' dan 'tidak nakal' bernama Aulia dan

Rhui. Perjalananpun dimulai...

Baru mau masuk tol perasaan gue udah mulai gak enak, dan benar... jam tangan gue tersayang

yang belinya di Detos harga 15ribu perak itu ketinggalan... Huhuhu, apalah arti seorang

Fransiska Wuri Nugrahani yang pergi ke mana-mana tanpa jam tangan??

Saat itu gue mencoba mengibur diri. Selama perjalanan itu gue bener-bener ga bisa tidur,

ponakan gue ngoceh mulu, kadang sangat menghibur tapi kadang jadi bikin BT karena mereka

berdua berantem rebutan mainan, dan yang jadi korbannya pasti gue. Bayangin dah, di dalam

mobil sedan itu mereka bisa-bisanya main bola, main perang-perangan (yang bener-bener nusuk

gue),dan jambak rambut gue, haduh plis. Oya, gue juga terpaksi nggak bisa online apalagi

update status karena HP Motorola L6 gue masih mati karena kehujanan tempo lalu (ada

ceritanya juga di blog), ya udah deh... gue masih mencoba buat bersabar.

Finally, setelah perjalanan selama 10 jam itu gue akhirnya sampai di kota kelahiran dengan

selamat tak kurang suatu apa. Gue dipeluk orangtua, sodara-sodara, oh my man... rasanya kalo

dipeluk benar-benar enak!! Hangat!!! Bahagia!!

Selama 5 menit pertama masuk ke dalam rumah gue terpaku sama satu ruangan yang tak lain

adalah kamar gue. Masih tetap sama, tidak ada yang berubah, lebih rapi (hahaha), dan yang

bikin terharu lagi adalah ketika gue lihat jadwal UAN SMA, kertas hasil TRY OUT UAN, Kartu

peserta UM UGM (yang pada akhirnya batal dipakai), dan kalender akademis yang kubuat sendiri

dengan cara kusilang setiap harinya saat UAN dan UM UGM semakin mendekat...

dalam hati gue bersyukur banget sama Tuhan Yesus buat banyak hal:
1. UAS gue selesai, dan akhirnya gue bisa berlibur.
2. Malam natal ini gue bisa sampai di rumah.
3. Gue dipeluk banyak orang yang bener-bener sayang sama gue, dan secara jujur mereka bilang

bahwa mereka merindukanku, dan SECARA JUJUR mereka yang bilang sendiri kalo aku tambah

cantik, waaaa... hahaha serasa melayang!


Saking terharunya itu gue nggak sadar kalo ini sudah pukul 7 malam yang artinya gue harus

cepet mandi karena misa malam natal di gereja St. Yohanes Evangelista itu mulai pada pukul

8. Setelah itu, gue bersiap-siap mau merias diri, kuambillah SOFTLENSE berwarna ungu yang

biasanya kupakai, dan kamu tahu apa yang terjadi???



SOFTLENSE UNTUK MATA SEBELAH KANANKU HILANG.

OH NOOOOO!!!


Gue mencurigai oknum-oknum yang bersalah ini, gue langsung tanya sama keponakan gue yang

'bandel' itu, dan jujur Aulia berkata dengan sangat polosnya...

"Iya, kan aku pingin tahu apa isinya, trus aku buka. Trus trus trus aku giniin (seraya

memperagakan gerakan tangan menuang isi dari tempat softlense itu) di wastafel..."


OH NOO...

Jadi, malam natal itu berlangsung tanpa softlense ungu gue, dan sepanjang misa malam natal

gue seakan mati rasa... softlense 150 ribu itu telah hilang...

At Last... I'm Free!!

Yihaaa... sepulang dari UAS terakhir hari itu, 23 Desember 2009 gue akhirnya bisa merasa

bebas untuk pertama kalinya.
Setelah berpenat-penat dengan buku-buku, essay yang tak kunjung selesai ditulis, dan mengarang indah dalam MPKT,

SEBENTAR LAGI GUE AKAN PULAAAANGG...

Tahu sendiri kan, bagaimana rasanya nggak pulang dalam 1 semester tahun ajaran, dan pada

akhirnya besok tanggal 24 Desember 2009 gue akan melakukan perjalanan panjang dari Bekasi ke

Kudus dengan mobil. Gue gak sabar pingin berangkat...

Nah, pada akhirnya setelah packing yang lumayan simple, (nggak bawa apa-apa) hari yang panas

itu di Depok dengan sangat berat gue meluk temen asrama yang terakhir kalinya (haha lebai

banget). Tak ketinggalan temanku yang ceroboh tapi smart bernama Dikara Kirana. Hari itu

Dika akan pulang juga ke Bandar Lampung, namun sepertinya rencana awal kami yang hendak

berangkat bersama sepertinya tertunda karena as usually dia masih belum berkemas dan ia

masih mencari barang-barangnya yang hilang. Hahaha...

Jadi, hari itu aku pulang bersama temanku yang baik hati bernama Hardika, yang juga akan

pulang ke Bekasi. Sumpah ya, perasaan awal yang tadinya HEPI banget jadi tiba-tiba berubah

jadi MELOW gara-gara gue ninggalin asrama, ninggalin UI, ninggalin kamar di E2, dan ada

sesuatu yang bikin tenggorokan gue tercekat.

Huh, apa ini yang dinamakan perasaan nyaman?

di detik-detik terakhir gue noleh ke semua tempat yang berkesan itu, berharap ketika gue

balik lagi ke tempat ini, segalanya tidak akan pernah berubah...


... and finally the adventure experience is begin...

20 Desember 2009

HAPPILY EVER AFTER IN EDINBURGH

Kota impianku adalah Edinburgh, Skotlandia. Kota ini menurutku seperti kota dongeng, kastil-kastil kuno yang berdiri megah di puast kota membuatku ingin pergi ke sana. Modernitas kota dengan sederetan pertokoan terlihat kontras dengan nuansa klasik kota tua yang dihadirkan kastil Edinburgh. Inilah yang membuat kota ini menjadi sangat menarik dan memesona.
Cara terbaik untuk menikmati ibukota Skotlandia ini kupikir dengan berjalan kaki. Kontur kota yang kubayangkan naik-turun memang seperti 'menyiksa' pengunjungnya untuk bersusah payah, namun siapa pun yang mencapai daratan yang lebih tinggi, maka akan mendapatkan imbalan sepadan berupa pemandangan kota yang menakjubkan.

Aku belum pernah pergi ke luar negeri. Namun, setiap hari ketika aku bangun pagi, nafasku, impianku, lamunanku, seakan-akan tebang ke kota tua Edinburgh itu. Kubayangkan suatu saat nanti (entah kapan itu) aku berada di jantung kotanya. Pertama kali yang kukunjungi ketika aku boleh sampai di Edinburgh adalah The Mound, landmark kota paling terkenal Edinburgh Castle. Kemudian aku berjalan terus sampai ke Royal Mile yang merupakan jalanan panjang berlapis cobble stone, dan menikmati orisinalitas kota tua yang dipenuhi pub Skotlandia, tempat makan, beragam toko souvenir, dan tentu saja sejumlah landmark kota, mulai dari St. Giles Cathedral, the Scottish Parliament hingga Palace of Holyroodhouse. A legendary walk!

THE HISTORICAL PLACES

Edinburgh Castle
inilah landmark kota yang paling terkenal. Edinburgh Castle terletak di salah satu dataran paling tinggi di kota ini. Salah satu sudut lain yang menarik minatku adalah St. Margaret's Chapel yang merupakan bangunan tertua di Edinburgh, yang dibangun Raja David I pada abad ke-12 sebagai penghormatan kepada Ibunya. Uniknya, sampai sekarang chapel ini masihkerap digunakan untuk acara keagamaan sampai pernikahan.

Menulis tentang Edinburgh ini membuatku mulas tiba-tiba. Aku merasa seakan-akan sudah berada di sana. AKu suka tempat-tempat historical macam Edinburgh ini, karena historical keagamaannya sangat kuat. Entahlah, berapa lama lagi aku bisa melancong ke Skotlandia. Yang jelas impianku itu tidak akan pernah putus...

Saatnya 'tuk Diuji

Perjalanan hidupku masih panjang.
Aku sudah memulai pada titik yang tepat. Titik di mana semua orang memperebutkannya.
Aku tahu jalanku kini benar, karena Tuhan telah memberi cahaya padaku.

Namun, hidup tak semudah membalikkan telapak tangan, segala hal yang kucari, segala hal yang kunanti, segala hal yang ingin kumiliki tak dapat semudah itu untuk dinikmati. Aku tahu kini aku telah diuji. Namun aku percaya, aku tidak akan mati hanya karena hal sekecil ini.

Ambisi Terbesarku:

-Menjadi remaja selamanya.

-Menjadi penulis naskah film.

-Bisa renang dan diving.

-Bisa main alat musik (gitar akustik).

-Mempunyai alat pembuat kopi (coffee maker) yang ada di etalase Starbuck.

Hal Yang Paling Kutakuti Seumur Hidup:

1. Sendirian.
2. Menjadi tua.
3. Kehilangan kebebasanku.
4. Kehilangan teman.
5. Kehilangan ingatan.
6. Kehilangan jari-jari tanganku sehingga aku tidak dapat menulis.
7. Kehilangan orangtua dan orang-orang yang kusayang.
8. Minus mataku bertambah.
9. UTS dan UAS.
10. Tidak diterima/dikucilkan dari sebuah kelompok.
11. Tidak punya sesuatu untuk dikerjakan.
12. Matematika dan statistika.
13. Perpisahan dari waktu ke waktu.
14. Reptil.
15. Tidak punya seseorang untuk dihubungi ketika aku tersesat.