4 April 2010

Makna Paskah yang Tidak Terlewatkan

Cerita Tentang Merayakan Hari Paskah dengan Cara Yang Berbeda

Suasana Paskah yang sejati menurutku adalah ketika dalam Pekan Suci (seminggu sebelum paskah) dulunya kupikir adalah ketika aku bisa berkumpul bersama seluruh keluargaku. Kami biasa merayakan Ibadat Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah, dan Minggu Paskah bersama-sama yaitu di kota kelahiranku, Kudus. Itulah kiranya Paskah yang afdol karena kami bersama-sama pergi ke gereja, mengucap syukur kepada Tuhan karena dengan pengorbananNya yang utama di kayu salib telah menyucikan kami kembali dari dosa dan rahmatNya senantiasa ada di dalam keluarga kami.

Namun sayang, Paskah 2010 tak bisa kurayakan dengan cara yang sama seperti 18 tahun belakangan ini.

Paskah tahun ini aku jauh dari rumah. Tahun ini aku sudah masuk kuliah mendekati semester kedua, dan untuk pertama kalinya dalam hidup aku tidak merayakan Paskah bersama seluruh keluarga besarku.

Menyedihkan...

Hari libur memang tersedia, namun hatiku seakan tidak mantap untuk pulang Kudus beberapa hari saja. Terlebih jarak antara Kudus-Depok memakan waktu 10 jam lamanya dengan naik bus malam. Waaa... TIDAKK… aku tidak akan mengambil resiko mabuk di jalan dan kecapekan parah.

Untuk itu, masa-masa Pekan Suci ini kuhabiskan di rumah kakak keduaku di daerah Kalideres, Tangerang. Ia dan keluarganya tidak pulang ke rumah sewaktu Paskah tahun ini oleh karena itu aku bisa merayakan Paskah ini bersama mereka. Kurasa ini adalah saat yang tepat untuk perbaikan gizi hehhe ^^,

Agar rasa rindu akan orangtua dan kota kelahiran terobati, rupa-rupanya kakakku tahu apa yang aku pikirkan. Yap tepat sekali... Makanan hahahah :D

Seusai misa Jumat Agung dan Malam Paskah kami lewatkan dengan makan bersama di rumah. Ipar perempuanku memang hebat dalam memasak sehingga paling tidak kerinduanku akan masakan rumah agak terpenuhi. Selain itu di sana aku mendapatkan banyak barang darinya, mulai dari installan game yang bagus sampai dengan lampu tidur untuk kosan. Hahaha aku senang sekali :D

Sementara itu, orangtuaku beserta kedua kakak perempuanku dan keluarga mereka masing-masing melewatkan masa-masa Paskah di kota Ambarawa yang lumayan sejuk, dan HUJAN. Tapi kupikir-pikir terus melewatkan serangkaian misa Paskah tanpa diriku pasti bukanlah hal yang mudah, mereka pasti kesepian karna tidak ada aku si pembuar onar ini hahahahha :D

Serangkaian Misa Jumat Agung dan Malam Paskah ini aku mengucap syukur karena aku bisa merayakan Paskah di Gereja Maria Kusuma Karmel, Meruya bersama kakak laki-lakiku, bersyukur atas tahun rahmat Tuhan yang selalu menyertai keluarga dan orangtuaku.

Aku mengucap permohonan kecil agar tahun depan aku bisa melewatkan Paskah bersama keluargaku di Kudus kembali. Tahun depan aku ingin pulang untuk merayakannya bersama mereka.

Akhir, lewat tulisan ini aku ingin berterimakasih dan bersyukur kepada Tuhan, walaupun aku tidak pulang ke Kudus untuk merayakan Paskah bukan berarti aku sendirian. Terimaksih atas berkah yang melimpah Paskah ini lewat kakakku dan keluarganya. Aku senang melewatkan sebagian besar liburanku bersama mereka.


Twist:


Andre (keponakan usia 11 tahun) dan Aku (tante berusia 19 tahun kurang 4 hari)


Andre: sudah punya pacar belum??

Aku: belum. napa emang?

Andre: aku sih udah punya,

Aku: hah?!

Andre: makanya gaol, jangan belajar mulu.

Aku: (...)


---Paskah ini aku dinasehati oleh keponakanku yang bahkan masih bersekolah di SD. What a wonderful Easter hohoho --"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar